Ada 5 Alasan Kenapa Jadi Orang Super
Pintar Tak Selalu Menyenangkan
Tak selalu menyenangkan jadi orang super pintar karena ternyata juga berefek samping. | via: newsweek.com
IndoBril-Memiliki pemikiran yang gemilang ternyata tak selalu menyenangkan. Seperti hal lainnya, jadi super pintar pun memiliki efek samping. Nah daripada kamu bingung, langsung aja nih simak baik-baik ulasannya.
Terlalu banyak berpikir daripada merasakan. Jadi, segala sesuatunya itu harus bisa diterima secara logis. Padahal di beberapa kasus, tentu harus menggunakan intuisi, tak hanya logika. Mengingat salah satu chapter di Hard-Boiled Wonderland and the End of the World, novel karya Haruki Murakami yang mengatakan kalau merasakan berbagai emosi adalah salah satu hal yang membuatmu human being.
Tak terlalu mengerti nilai dari bekerja keras. Karena punya otak yang gemilang dan mudah memahami berbagai hal, kamu punya kecederungan untuk kurang mengerti nilai dari bekerja keras. Maksudnya di sini, kamu tak harus belajar semalam suntuk hanya untuk memahami satu teori, tapi mungkin saja ada orang lain yang melakukan hal itu.
Orang mengharapkanmu untuk selalu jadi yang utama. Padahal seperti kebanyakan orang, tentu kamu punya kemampuan di satu bidang yang spesifik. Tak semua hal bisa dikuasai sepenuhnya. Tapi, harapan orang-orang sudah terlanjur bergantung padamu.
Orang lain terganggu karena kamu sering kali mengoreksi mereka. Sungguh ini dilema besar. Kalau kamu tegur, tentunya orang itu akan berpikir dari A sampai Z. Baik itu hal-hal bagus, maupun sebaliknya. Tapi, kalau tidak dikoreksi, kamu khawatir kesalahan itu akan bertahan dan akhirnya menyebar.
Cenderung overthink. Memikirkan sesuatu sampai akar-akarnya. Terkadang, sampai bikin sakit kepala. Terlalu berpikir kompleks, sampai lupa bagaimana menemukan solusi sederhana yang mudah diaplikasikan. Terlalu berpikir keras sampai akhirnya perspektifnya
jadi pesimis.(***)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar